Foto: pemandangan ke sisi selatan dari ketinggian 122 mdpl. Perahu-perahu nelayan terombang-ambing tersapu angin. Sebagian orang terlihat sedang bersantai di beranda rumah. Menunggu para nelayan pulang melaut pun orang-orang yang datang dari pulau seberang. Membawa hasil tangkapannya semalam. Sementara yang lainnya sibuk mengambil ikan-ikan di perahu yang baru saja tiba. Pagi yang cukup cerah di kampung Lenteng. Sebuah kampung nelayan di bagian selatan Labuan Bajo yang menjadi incaran para investor. Kampung Lenteng dulunya dikenal karena aksesnya yang terbatas. Kondisi jalannya yang rusak parah membuat orang akan berpikir berkali-kali jika ingin bertamasya ke sana. Tetapi kini kampung itu telah menjelma menjadi aset yang terbilang mahal. Sebab, banyak investor yang meliriknya setelah semuanya 'disulap' pada masa pemerintahan Jokowi. Masihkah warga lokal dapat mengakses pantainya di kemudian hari? Ataukah hanya menjadi seorang asing di tanahnya sendiri? Pertanyaan-pertanyaan it...
Foto: Kampung Adat Waerebo Langit pagi kota Labuan Bajo sangat cerah. Situasi di bandara Komodo sedang sepi. Tidak seperti biasanya. Mungkin sekarang bukan musim liburan. Saya tiba di sana lebih awal untuk menjemput tamu yang akan berkunjung ke Waerebo. Mereka memilih tur 2h/1m menuju ke sana. Menurut informasinya, tamu akan tiba pukul 09.20 wita menggunakan pesawat Air Asia. Suara anggun nan lembut seorang perempuan terdengar dari pengeras suara. Menginformasikan bahwa pesawat dengan tujuan Bali - Labuan Bajo sudah mendarat. Di depan pintu kedatangan, saya menunggu mereka dengan sepotong kertas F4 yang bertuliskan " Selamat Datang Di Labuan Bajo Dr. Satria CS". Setelah Pandemi, Labuan Bajo yang adalah kota kecil di bagian barat pulau Flores ini banyak dikunjungi oleh wisatawan yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melihat hewan purba Komodo yang masih hidup sampai sekarang. Selain itu, keindahan pantainya yang berwarna merah muda, barisan perbukitan yang menyerupai ...