| Kipasan flores/Rhipidura diluta |
Saya tersadar pukul 05.25 dari tidur panjang semalam. Melirik layar ponsel dan kemudian menyimpannya kembali. Sempat berpikir untuk beranjak dari kasur. Namun, godaannya ditambah dinginnya udara kota Ruteng membuat saya kembali ke sana. Saya pun tersadar kembali setelah mendengar pintu terbuka dan mendengar suara riuh dari orang-orang rumah yang hendak berangkat ke sekolah. Sempat terlintas dalam benak untuk menyudahi saja kegiatan birding di hari kelima ini, tetapi setelah dipertimbangkan, saya mengurungkan niat itu karena apa yang telah menjadi komitmen mesti dituntaskan. Saya berusaha melawannya dan segera bangkit dari tempat tidur. Lalu melakukan pekerjaan seperti biasanya.
Saya meraih helm dan bergegas meninggalkan rumah pukul 07.02 menuju ke Mbeang Ledas. Pemandangan yang sama selalu tersaji di pagi hari yang indah. Terutama ketika melihat mahasiswa cantik yang bergegas menuju kampus. Anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) pun tak luput dari penglihatan. Mereka berlarian menuju ke pintu gerbang sekolah sebelum ditutup oleh penjaga. Saya melanjutkan berkendara. Meninggalkan segala hiruk-pikuk yang saya jumpai di sepanjang jalan.
Saya masuk ke sebuah jalan kecil menuju area persawahan di Mbeang Ledas untuk memarkirkan kendaraan. Saya mengambil handphone dan mengaturnya dalam mode senyap. Embun masih menempel di dedaunan ketika sya tiba di sana pukul 07.15. Kicauan dari burung-burung pun seperti sedang mengikuti perlombaan dan belum ada satupun kendaraan atau manusia yang lewat di jalur itu. Saya pun mengambil teropong dan mulai mengamati.
Ada lebih dari lima ekor Kacamata laut/Zosterops chloris yang sedang asyik berkicau di sebuah dahan pohon. Kemudian sepasang Bondol peking/Lonchura punctulata juga nongol di sana. Setelah itu, saya pun mengarahkan teropong ke dahan pohon yang lain. Tepat ketika saya mengarahkannya di dahan pohon yang tak jauh dari situ, seekor Seriwang nusa-tenggara/Terpsiphone floris betina hinggap di dahan tersebut. Saya melakukan pengamatan di tempat itu selama satu jam. Hanya kicauan yang terdengar dari Sunda Brush Cuckoo, Tenggara Whistler, White-rumped Kingfisher, Ellegant Pitta, Green dan Jungle fowl.
Saya mencoba berpindah tempat dari lokasi yang pertama setelah tidak puas dengan jumlah spesies yang sudah diamati di lokasi tersebut. Saya berjalan dalam diam dengan cahaya mentari yang muncul dari sela-sela daun. Nyamuk terus saja mengikuti seperti sedang mengiringi seorang raja. Setelah melakukan scanning beberapakali menggunakan teropong, saya tidak melihat seekor pun Kipasan flores dan Sepah kerdil yang biasanya nongol di sebuah dahan pohon yang biasanya saya amati. Mungkin saja hari ini bukan hari keberuntungan bagi saya. Setelah 45 menit diam di situ dengan rasa kecewa dan putus asa. Saya memutuskan untuk kembali ke tempat saya memarkirkan kendaraan. Pada saat yang sama pun, saya melihat ada pergerakan di sebuah dahan pohon. Saya mengarahkan teropong dan sepasang Cinereous Tit, Flame-breasted Sunbird, Black-fronted Flowerpecker, dan Crested Heleia sedang memakan sesuatu di dahan pohon tersebut. Saya mengamatinya selama 30 menit.
Rasa lapar yang muncul secara tiba-tiba mengalihkan perhatian dan mengganggu konsentrasi. Akhirnya, saya pun memilih menyudahi kegiatan pengamatan dan bergegas untuk kembali ke rumah.
Mbeang Ledas, 05 Maret 2024
Comments