Cerita Birding #Part1
Pagi ini saya bangun terlambat setelah mematikan alarm yang berdering pukul 06.00. Lalu melanjutkan mimpi di atas kasur. Sejam kemudian, saya bangun kembali dan melirik ponsel. Waktu menunjukkan pukul 07.15 dan saya pun bergegas merapikan tempat tidur. Menuju ke dapur untuk minum segelas air hangat. Kemudian mencuci muka, memanaskan mesin motor & menyiapkan perlengkapan birding (teropong & buku).
Tepat pukul 07.40, saya berangkat dari rumah dan langsung menuju ke Wae Ces. Setelah berkendara 5 menit dari rumah, saya menyadari dompet saya tertinggal. Saya pun memutuskan kembali ke rumah untuk mengambilnya sebagai antisipasi jika ada masalah dengan motor dalam perjalanan. Saya tiba di Wae Ces, tepatnya pos penjagaan BKSDA pukul 08.00. Lalu memarkirkan kendaraan di tempat yang aman. Dengan segera, saya mengambil binocular dari dalam tas untuk melihat burung yang sedang berkicau. Beberapa pengendara roda dua dan roda empat yang melintasi jalan itu berhenti untk buang air kecil.
Dua jam adalah waktu yang saya habiskan di Wae Ces karena menurut saya itu adalah estimasi waktu yang baik untuk mengidentifikasi berapa banyak spesies yang bisa dilihat dan diindentifikasi di satu lokasi. Alhasil, ada tujuh spesies yang berhasil saya indentifikasi di lokasi tersebut, yaitu: Kacamata gunung/Zosterops japonicus, Cikrak Flores/Phylloscopus floresianus, Walet tenggara/Collocalia sumbawae, Berencet kerdil/Pnoepyga pusilla (hanya kicauan), Wiwik uncuing/Cacomantis sepulcralis (hanya kicauan), Bubut alang-alang/Centropus bengalensis (hanya kicauan), Tesia timur/Tesia evereti (hanya kicauan), Sikatan-kicau ayun/Eumyias oscillans.
Sikatan-kicau ayun/Eumyias oscillans merupakan spesies baru yang saya lihat di Wae Ces. Saya mengamatinya sebanyak lima kali untuk memastikan bahwa spesies yang saya lihat adalah spesies yang baru pertama kalinya saya lihat di lokasi tersebut atau sebaliknya. Sebelumnya, spesies yang sama juga pernah dilihat di Mbeang Ledas, yang juga merupakan lokasi birding. Akhirnya, jam 10.00 saya memutuskan untuk kembali ke rumah setelah awan putih mulai memeluk puncak poco gurung & Mandosawu.
Golo Lusang, 01 Maret 2024

Comments