![]() |
| Stork-billed Kingfisher |
Pengalaman Tak Terduga Birdwatching dan Herping di Flores
Cuaca Februari yang Tak Menentu di Labuan Bajo
Pukul 05.00 pagi, Kasey dan Marley—klien kami—mengirim pesan WhatsApp. Hujan deras turun beberapa jam sebelumnya, dan mereka ingin memastikan apakah trip birding tetap berjalan pagi itu. Saya meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Cuaca Februari di Labuan Bajo memang dramatis, tetapi sering kali membawa kejutan yang tak terduga.
Kami berangkat pukul 05.30 pagi menuju lokasi birding di Puar Lolo, bagian dari lanskap indah Mbeliling di dekat Labuan Bajo. Gerimis dan kabut tebal menemani perjalanan kami selama hampir satu jam.
Sesampainya di lokasi, suara khas Wallacean Drongo Dicrurus densus dan panggilan nyaring Helmeted Friarbird Philemon buceroides menyambut kami di udara pagi yang berkabut. Awal yang sangat menjanjikan.
Kami turun dari mobil saat hujan sempat berhenti sejenak. Sayangnya, kabut begitu tebal hingga jarak pandang hampir nol. Kami menunggu selama satu jam dengan harapan cuaca membaik. Namun, hujan deras kembali turun bahkan lebih cepat dari sebelumnya.
Sempat terpikir untuk menyerah dan kembali ke Labuan Bajo karena kami tidak bisa melihat apa pun. Namun, birdwatching sering kali menghargai kesabaran. Jadi, alih-alih kembali, kami memutuskan berpindah ke lokasi lain di dalam lanskap alam Mbeliling.
Setibanya di lokasi berikutnya, kami disambut oleh suara melengking Crested Heleia Heleia dohertyi Meski gerimis masih turun, suara itu kembali membangkitkan semangat kami. Dengan mengenakan jas hujan, kami terus menyisir hutan, berharap ada kejutan lain yang menanti.
Kemunculan Russet-capped Tesia Tesia everetti menarik perhatian saya setelah saya memutar suaranya melalui speaker. Ada tiga individu yang melompat-lompat di antara daun paku Polypodiophyta. Setelah itu, suasana kembali sunyi seperti biasanya, sehingga kami memutuskan berpindah lokasi lagi.
Tidak jauh dari lokasi kedua, seekor Golden-rumped Flowerpecker Dicaeum annae terlihat bertengger tenang di cabang Acacia auriculiformis di pinggir jalan. Kemudian, Flame-breasted Sunbird Cinnyris solaris dan Ornate Sunbird Cynniris ornatus muncul di dekat kami. Setelah mengamati beberapa menit, kami melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya tanpa berhenti di tengah jalan.
Kabut masih menyelimuti pegunungan saat kami tiba di Pota Wangka, lokasi birding berikutnya, sekitar pukul 11.00 siang. Beberapa menit setelah tiba, empat Flores Crow Corvus florensis mendekat ke arah suara playback, diikuti oleh seekor Variable Goshawk Tachyspiza hiogaster yang bertengger tidak jauh dari situ.
Pertemuan tak terduga terjadi ketika seekor Flores Hawk-Eagle Nisaetus floris melayang di udara selama sekitar 10 menit sebelum akhirnya menghilang ke dalam awan. Luar biasa!
Sesi birding pagi kami berakhir dengan hasil yang sangat memuaskan sebelum waktu makan siang. Beberapa highlight di antaranya lebih dari sepuluh Blue-tailed Bee-eater, seekor Oriental Honey-buzzard yang melayang di atas kanopi hutan, sepasang Wallacean Drongo, seekor Kamchatka Leaf Warbler, dan empat Flores Minivet yang aktif bergerak di puncak pepohonan.
Kami kembali ke Labuan Bajo untuk makan siang pukul 12.30 siang, sekaligus beristirahat sejenak sebelum melanjutkan eksplorasi di sore hari.
Sekitar pukul 15.30, kami meninggalkan hotel menuju lokasi birding di area Gorontalo, bagian selatan Labuan Bajo. Bahkan di sepanjang jalan, aktivitas birding sudah terasa menarik.
Seekor Stork-billed Kingfisher Pelargopsis capensis terlihat bertengger tenang di cabang mangrove, memberikan kesempatan pengamatan yang sangat baik. Tidak lama kemudian, sepasang Collared Kingfisher Todiramphus chloris muncul di dekatnya, memberi peluang observasi dan fotografi sebelum kami melanjutkan perjalanan ke area persawahan.
Habitat persawahan ternyata sangat produktif. Kami mencatat empat Wandering Whistling Duck, empat Zebra Finch, seekor White-breasted Waterhen, dan dua White-browed Crake. Beberapa spesies lain juga terlihat, termasuk Medium Egret, Zitting Cisticola, Lesser Coucal, dua Javan Pond-Heron, dan seekor Grey Heron.
Saat cahaya keemasan sore perlahan memudar, kami mengakhiri sesi birding yang menyenangkan dan kembali ke hotel.
![]() |
| Yellow Lesser Sunda White-lipped Pitviper |
Herping Malam di Gua Batu Cermin
Gua Batu Cermin merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Labuan Bajo, dikenal dengan formasi batu kapur yang mengesankan, termasuk stalaktit dan stalagmit yang indah. Dikelilingi hutan bambu dan medan berbatu, area ini juga menjadi habitat yang sangat baik bagi berbagai satwa nokturnal.
Setibanya di lokasi, kami disambut oleh pemandu lokal yang menemani perjalanan kami. Tidak jauh dari titik awal, kami menemukan dua Trimeresurus insularis—satu berwarna hijau dan satu kuning—yang sedang beristirahat di cabang pohon Schoutenia ovata sambil menunggu mangsa.
Keduanya berukuran cukup besar dan menjadi pertemuan yang sangat menarik. Kami menghabiskan hampir 30 menit untuk mengamati dan memotret sebelum melanjutkan perjalanan herping.
Kami melanjutkan penelusuran di sisi kiri jalur utama, mencoba menemukan satwa lain di hutan bambu. Tidak lama kemudian, kami menemukan seekor Black-naped Monarch jantan yang sedang beristirahat di cabang bambu.
Seiring malam semakin larut dan udara semakin dingin, kami memutuskan untuk mengakhiri sesi herping setelah berhasil mencatat beberapa spesies, termasuk Whip Spider, Tenggara (Rusty-breasted) Whistler, Black-naped Oriole, Common Tree Frog, dan Laevigatus Bent-toed Gecko.
Read the full trip report in English on our website https://floresnaturetour.com
.jpg)

Comments