Skip to main content

Posts

Cerita Birding #Part1

Burung-gereja erasia/Passer montanus (Foto: Avelino) Cerita Birding #Part1 Pagi ini saya bangun terlambat setelah mematikan alarm yang berdering pukul 06.00. Lalu melanjutkan mimpi di atas kasur. Sejam kemudian, saya bangun kembali dan melirik ponsel. Waktu menunjukkan pukul 07.15 dan saya pun bergegas merapikan tempat tidur. Menuju ke dapur untuk minum segelas air hangat. Kemudian mencuci muka, memanaskan mesin motor & menyiapkan perlengkapan birding (teropong & buku).  Tepat pukul 07.40, saya berangkat dari rumah dan langsung menuju ke Wae Ces. Setelah berkendara 5 menit dari rumah, saya menyadari dompet saya tertinggal. Saya pun memutuskan kembali ke rumah untuk mengambilnya sebagai antisipasi jika ada masalah dengan motor dalam perjalanan. Saya tiba di Wae Ces, tepatnya pos penjagaan BKSDA pukul 08.00. Lalu memarkirkan kendaraan di tempat yang aman. Dengan segera, saya mengambil binocular dari dalam tas untuk melihat burung yang sedang berkicau. Beberapa pengendara roda...

Menjadi Birding Guide: Antara Mimpi, Tantangan, dan Konsistensi

Pose bersama Carsten, seorang tamu burung yang saya temani selama 6D5N. Menjadi Birding Guide: Antara Mimpi, Tantangan, dan Konsistensi Menjadi seorang pemandu pengamatan burung birding guide  mungkin merupakan impian bagi sebagian orang. Namun, impian akan tetap menjadi mimpi jika tidak dibarengi dengan ketekunan, kesabaran, dan konsistensi untuk terus belajar. Perjalanan Perdana sebagai Seorang Birding Guide  Oktober 2023 menjadi perjalanan perdana saya sebagai seorang birder —sebuah pengalaman yang kemudian membuat saya jatuh cinta dan mulai menekuni dunia birding secara lebih serius, baik sebagai passion maupun profesi.  Saat itu, saya bersama Alvin Ebot dipercaya oleh Yovie Jehabut untuk mendampingi tamu dalam sebuah trip selama 5 hari 4 malam. Para tamu tersebut berasal dari Taiwan dan berjumlah tiga orang.  Yovie Jehabut sendiri adalah seorang birder asal Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur, yang telah banyak berkeliling Indonesia untuk mendampingi tamu dala...

Pengalaman Tak Terduga Birdwatching dan Herping di Flores

Stork-billed Kingfisher   Pengalaman Tak Terduga Birdwatching dan Herping di Flores Cuaca Februari yang Tak Menentu di Labuan Bajo Merencanakan perjalanan birding di bulan Februari selalu menjadi tantangan. Pada 22 Februari 2026, saya memandu perjalanan birdwatching pertama saya di tahun ini di Labuan Bajo, di mana cuaca sangat tidak menentu akibat pergerakan siklon di kawasan tersebut. Pukul 05.00 pagi, Kasey dan Marley—klien kami—mengirim pesan WhatsApp. Hujan deras turun beberapa jam sebelumnya, dan mereka ingin memastikan apakah trip birding tetap berjalan pagi itu. Saya meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Cuaca Februari di Labuan Bajo memang dramatis, tetapi sering kali membawa kejutan yang tak terduga. Kami berangkat pukul 05.30 pagi menuju lokasi birding di Puar Lolo, bagian dari lanskap indah Mbeliling di dekat Labuan Bajo. Gerimis dan kabut tebal menemani perjalanan kami selama hampir satu jam. Sesampainya di lokasi, suara khas Wallacean Drongo Dicrurus densus ...

Jelajah Alam Liar Pulau Rinca , Taman Nasional Komodo

Foto: pemandangan ke sisi selatan dari ketinggian 122 mdpl. Jelajah Alam Liar Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo - Indonesia  Perahu-perahu nelayan terombang-ambing tersapu angin. Sebagian orang terlihat sedang bersantai di beranda rumah. Menunggu para nelayan pulang melaut pun orang-orang yang datang dari pulau seberang. Membawa hasil tangkapannya semalam. Sementara yang lainnya sibuk mengambil ikan-ikan di perahu yang baru saja tiba. Pagi yang cukup cerah di kampung Lenteng. Sebuah kampung nelayan di bagian selatan Labuan Bajo yang menjadi incaran para investor.  Kampung Lenteng dulunya dikenal karena aksesnya yang terbatas. Kondisi jalannya yang rusak parah membuat orang akan berpikir berkali-kali jika ingin bertamasya ke sana. Tetapi kini kampung itu telah menjelma menjadi aset yang terbilang mahal. Sebab, banyak investor yang meliriknya setelah semuanya 'disulap' pada masa pemerintahan Jokowi. Masihkah warga lokal dapat mengakses pantainya di kemudian hari? Ataukah hanya ...

Komodo Herping & Birding Report (September 2024)

Photo: Blue Lesser Sunda White-lipped Pitviper  Komodo Herping & Birding Report Overview   Komodo National Park is not only popular because of Komodo Dragon as the only one living lizard in the world. Beside that, the island has at least 14 spesies of snakes which can be seen on Rinca, Padar and Komodo island and also more than 100 spesies of birds included Yellow-creasted Cockatoo and Flores Hawk Eagle which is categorised as critical endemic. Here is my trip report inSeptember, 09-11th 2024 during my herping and birding trip. Day 01: September 09th 2024 The weather was quite nice after the rain in the days before in Labuan Bajo. Unusually, there were only a few people in front of the arrival gate and a few airport officials in full uniform. On the screen, the flight route from Denpasar to Labuan Bajo was still on schedule before a melodious voice informed me that flight number 6331 had landed.  In front of the gate of Komodo Airport I waited for Alex & Sheilla -...

Waerebo Dan Cerita Yang Tak Pernah Berkesudahan

Foto: Kampung Adat Waerebo  Waerebo Dan Cerita Yang Tak Pernah Berkesudahan  Langit pagi kota Labuan Bajo sangat cerah. Situasi di bandara Komodo sedang sepi. Tidak seperti biasanya. Mungkin sekarang bukan musim liburan. Saya tiba di sana lebih awal untuk menjemput tamu yang akan berkunjung ke Waerebo. Mereka memilih tur 2h/1m menuju ke sana. Menurut informasinya, tamu akan tiba pukul 09.20 wita menggunakan pesawat Air Asia. Suara anggun nan lembut seorang perempuan terdengar dari pengeras suara. Menginformasikan bahwa pesawat dengan tujuan Bali - Labuan Bajo sudah mendarat. Di depan pintu kedatangan, saya menunggu mereka dengan sepotong kertas F4 yang bertuliskan " Selamat Datang Di Labuan Bajo Dr. Satria CS". Setelah Pandemi, Labuan Bajo yang adalah kota kecil di bagian barat pulau Flores ini banyak dikunjungi oleh wisatawan yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melihat hewan purba Komodo yang masih hidup sampai sekarang. Selain itu, keindahan pantainya yang berwarn...

Mistisisme Istana Ular Dan Malayopython Reticulatus

Foto: Sanca Kembang/Malayopython reticulatus  Mistisisme Istana Ular Dan Malayopython Reticulatus  Pohon-pohon liar beserta akarnya tumbuh menjalar menghiasi pintu masuk gua. Tiga ekor Trimeresurus insularis sedari tadi menanti kedatangan kami, seperti satpam yang sedang berjaga-jaga. Satunya berada tepat di atas mulut gua dan dua lainnya berada di bagian kiri pintu masuk. Cahaya mentari hanya sampai di depan mulut gua. Sisanya gelap gulita. Air yang tercampur kotoran kelelawar dan berlumpur terus mengalir dari dalam. Di depan pintu masuk, Bapak Hanes Agat - salah seorang yang dituakan di kampung Weto - mengambil posisi jongkok sambil menggenggam sebutir telur. Meminta kami berempat untuk maju selangkah. Lalu ia merapalkan doa-doanya. Memohon izin kepada penghuni istana ular. Kemudian meletakkan telur itu di sebatang kayu yang ditancapkan di depan mulut gua. Istana ular tidak seperti gua-gua lainnya yang pernah saya datangi. Auranya berbeda. Seperti ada sesuatu yang tak dapat ...

Demi Si Kuning Trimeresurus Insularis

Foto: Yellow Trimeresurus insularis (James Adam) Demi Si Kuning Trimeresurus Insularis Suara tokek dan Celepuk Maluku mengiringi kegiatan herping kami pada malam itu. Kami masuk melalui sebuah jalan kecil yang biasa dilewati oleh orang-orang yang keluar masuk hutan sebagai jalan masuk. Cahaya senter yang digunakan seperti cahaya lampu-lampu di kelab malam. Bergerak ke sana ke mari menerangi setiap sisi. Memastikan tidak ada yang terlewatkan. Seminggu sebelumnya, Agus menelpon saya. Meminta kesediaan saya untuk menemani beliau bersama kedua orang tamu - Jo dan pacarnya - untuk herping. Jo sendiri pernah ke Labuan Bajo bersama rekan-rekannya untuk kegiatan yang sama tahun 2018 silam dan ditemani oleh Agus. Dan, ini adalah kunjungan keduanya Jo. Tetapi kali ini, target utamanya adalah si kuning Trimeresurus insularis .  Kami berangkat dari hotel menuju ke lokasi herping menggunakan sepeda motor yang ditempuh dengan waktu 10 menit. Melewati jalan yang belum beraspal sepenuhnya dengan d...