Skip to main content

Posts

Jelajah Alam Liar Pulau Rinca

Foto: pemandangan ke sisi selatan dari ketinggian 122 mdpl. Perahu-perahu nelayan terombang-ambing tersapu angin. Sebagian orang terlihat sedang bersantai di beranda rumah. Menunggu para nelayan pulang melaut pun orang-orang yang datang dari pulau seberang. Membawa hasil tangkapannya semalam. Sementara yang lainnya sibuk mengambil ikan-ikan di perahu yang baru saja tiba. Pagi yang cukup cerah di kampung Lenteng. Sebuah kampung nelayan di bagian selatan Labuan Bajo yang menjadi incaran para investor.  Kampung Lenteng dulunya dikenal karena aksesnya yang terbatas. Kondisi jalannya yang rusak parah membuat orang akan berpikir berkali-kali jika ingin bertamasya ke sana. Tetapi kini kampung itu telah menjelma menjadi aset yang terbilang mahal. Sebab, banyak investor yang meliriknya setelah semuanya 'disulap' pada masa pemerintahan Jokowi. Masihkah warga lokal dapat mengakses pantainya di kemudian hari? Ataukah hanya menjadi seorang asing di tanahnya sendiri? Pertanyaan-pertanyaan it...

Mistisisme Istana Ular Dan Malayopython Reticulatus

Foto: Sanca Kembang/Malayopython reticulatus  Pohon-pohon liar beserta akarnya tumbuh menjalar menghiasi pintu masuk gua. Tiga ekor Trimeresurus insularis sedari tadi menanti kedatangan kami, seperti satpam yang sedang berjaga-jaga. Satunya berada tepat di atas mulut gua dan dua lainnya berada di bagian kiri pintu masuk. Cahaya mentari hanya sampai di depan mulut gua. Sisanya gelap gulita. Air yang tercampur kotoran kelelawar dan berlumpur terus mengalir dari dalam. Di depan pintu masuk, Bapak Hanes Agat - salah seorang yang dituakan di kampung Weto - mengambil posisi jongkok sambil menggenggam sebutir telur. Meminta kami berempat untuk maju selangkah. Lalu ia merapalkan doa-doanya. Memohon izin kepada penghuni istana ular. Kemudian meletakkan telur itu di sebatang kayu yang ditancapkan di depan mulut gua. Istana ular tidak seperti gua-gua lainnya yang pernah saya datangi. Auranya berbeda. Seperti ada sesuatu yang tak dapat dijangkau dan dilihat. Setahun yang lalu, Sten - pemandu l...

Demi Si Kuning Trimeresurus Insularis

Foto: Yellow Trimeresurus insularis (James Adam) Suara tokek dan Celepuk Maluku mengiringi kegiatan herping kami pada malam itu. Kami masuk melalui sebuah jalan kecil yang biasa dilewati oleh orang-orang yang keluar masuk hutan sebagai jalan masuk. Cahaya senter yang digunakan seperti cahaya lampu-lampu di kelab malam. Bergerak ke sana ke mari menerangi setiap sisi. Memastikan tidak ada yang terlewatkan. Seminggu sebelumnya, Agus menelpon saya. Meminta kesediaan saya untuk menemani beliau bersama kedua orang tamu - Jo dan pacarnya - untuk herping. Jo sendiri pernah ke Labuan Bajo bersama rekan-rekannya untuk kegiatan yang sama tahun 2018 silam dan ditemani oleh Agus. Dan, ini adalah kunjungan keduanya Jo. Tetapi kali ini, target utamanya adalah si kuning Trimeresurus insularis .  Kami berangkat dari hotel menuju ke lokasi herping menggunakan sepeda motor yang ditempuh dengan waktu 10 menit. Melewati jalan yang belum beraspal sepenuhnya dengan debu yang mengepul ke udara ketika kami...

Komodo Birding Report

Rusty-breasted Whistler/ Pachycephala fulvotincta Day 01: The day was so hot. I had to wait another hour until they arrived at the port. Last month, Yovie Jehabut (jagarimba.id) contacted me to join him in birding tour to Komodo for 2d/1n. I was so happy cause' it was my first experience went with him for birding in this island. Yovie asked me to wait them at the port. After they arrived, we went to the boat. He introduced me to Simon and Susan. They were from the United States and were with him for 11 days. They started their birding tour from Timor Island then Flores (Bajawa, Ruteng, Labuan Bajo & Komodo). Alvin Ebot as the driver who pick them up in Bajawa.  He also liked birding and was really passionate about it. It wasn't his first time to join a birding tour as he was with Yovie for several times. He also joined the trip to Komodo island. We used Latansa as our cruise boat to Komodo. The boat had 4 cabins with private bathroom. We used 3 of them. There were 5 crew on...

Cerita Birding #Part5

Kipasan flores/Rhipidura diluta   Saya tersadar pukul 05.25 dari tidur panjang semalam. Melirik layar ponsel dan kemudian menyimpannya kembali. Sempat berpikir untuk beranjak dari kasur. Namun, godaannya ditambah dinginnya udara kota Ruteng membuat saya kembali ke sana. Saya pun tersadar kembali setelah mendengar pintu terbuka dan mendengar suara riuh dari orang-orang rumah yang hendak berangkat ke sekolah. Sempat terlintas dalam benak untuk menyudahi saja kegiatan birding di hari kelima ini, tetapi setelah dipertimbangkan, saya mengurungkan niat itu karena apa yang telah menjadi komitmen mesti dituntaskan. Saya berusaha melawannya dan segera bangkit dari tempat tidur. Lalu melakukan pekerjaan seperti biasanya.  Saya meraih helm dan bergegas meninggalkan rumah pukul 07.02 menuju ke Mbeang Ledas. Pemandangan yang sama selalu tersaji di pagi hari yang indah. Terutama ketika melihat mahasiswa cantik yang bergegas menuju kampus. Anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekola...

Cerita Birding #Part4

Seriwang nusa-tenggara/Terpsiphone floris (jantan) Semalam saya tidak menyetel alarm karena mencoba untuk tidak dibangunkan olehnya. Alasannya sederhana yaitu melatih kebiasaan bangun pagi. Hasilnya, saya tersadar dan sempat bangun pukul 05.09. Setelah itu saya kembali meraih selimut. Melanjutkan mimpi di atas kasur hingga tersadar kembali pukul 06.30. Dengan terburu-buru, saya beranjak dari sana. Melakukan rutinitas seperti biasanya sebelum menuju ke hutan untuk melakukan birding di hari yang keempat. Saya berangkat dari rumah menuju ke Woang pukul 06.40 untuk menjemput kerabat saya, Avelino. Sepanjang jalan, banyak anak sekolah dan pegawai kantoran yang saya jumpai. Juga beberapa petugas kebersihan di sekitar kantor bupati. Maklum, hari ini adalah hari senin. Satu-dua toko pun sudah mulai dibuka. Saya dan Avellino berangkat dari Woang menuju ke Golo Lusang pukul 07.15. Sempat singgah sebentar di kios depan Agape untuk membeli sebungkus rokok Arrow. Dari sana, kami pun melajukan kend...

Cerita Birding #Part3

Burung-madu matari/Cinnyris solaris (foto: Alvin Ebot) Suara alarm pada pukul 05.30 membangunkan saya dari mimpi yang tak jelas. Saya pun beranjak dari tempat tidur karena hari ini adalah hari ketiga saya melakukan birding . Membuka sedikit gorden kemudian kembali lagi ke tempat tidur setelah mengetahui kondisi di luar masih gelap. Lalu saya mengambil handphone dan menyetel ulang alarm pada pukul 06.30. Saya kembali ke dalam selimut sambil meringkuk kedinginan dan berusaha untuk tidur kembali, tetapi kantuk tak kunjung datang karena pertanyaan yang berkecamuk di kepala. Mengapa harus bangun pagi, Afin? Bukankah kamu sudah mengetahui sebagain dari lokasi birding dan spesies apa yang akan kamu amati di sana? Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk benar-benar beranjak dari tempat tidur. Merapikannya & melakukan sedikit senam pagi. Sempat terbersit dalam benak untuk pergi misa pagi saja, tetapi stlh dipikir-pikir, ya sudahlah ke hutan saja. Apalagi mas...

Cerita Birding #Part2

Sepah kerdil/Perycrocotus lansbergei (Foto: Alvin Ebot) Birding di hari ke dua ini cukup mengesankan setelah berusaha melawan rasa kantuk karena pengaruh racing yang diteguk semalam (sebuah brand minuman lokal yang dikenal sebagai arak atau sopi dalam bahasa setempat). Saya bangun pukul 05.30 setelah alarm berdering tiga kali. Menepis rasa ngantuk untuk segera beranjak dari tempat tidur. Melipat selimut dan melakukan sedikit senam pagi. Sempat punya niat untk tidak pamit dengan pemilik rumah, tapi setelah dipikir-pikir tidak baik juga klau tidak pamit. Saya pun membangunkan Avelino.  Saya berangkat dari rumahnya pukul 05.45 dan langsung menuju ke Golo Lusang. Beberapa orang saya jumpai sedang berjalan-jalan santai. Ada juga yang sedang membersihkan pekarangan rumah dan memungut sampah plastik yang ada di bahu jalan. Saya tiba di sana Pukul 06.00. Kabut masih mencium pucuk-pucuk pepohonan dengan gemilang fajar yang indah di balik puncak Poco Gurung. Belum ada kendaraan yang melinta...